Golongan senyawa yang berperan memberikan rasa pahit dan pedas

 https://youtu.be/wte2sN0-XJY

Komentar

  1. dijelaskan dalam jurnal tersebut, Mekanisme garam sehingga dapat menurunkan rasa pahit dan sepat kemungkinan karena adanya asam galat pada tanin sebagai penyebab rasa pahit dan getir bereaksi dengan garam (NaCl) sehingga menghasilkan natrium galat. seberapa efektif natrium galat dalam menghilangkan efek rasa pahit dan getir dan apakah ada efek samping bagi tumbuh jika dikonsumsi?

    BalasHapus
  2. shelsilia andisa14 Mei 2023 pukul 10.16

    Garam (NaCl) dalam makanan dapat mempengaruhi rasa makanan dengan meningkatkan rasa pada berbagai bahan dan menutupi rasa pahit. Natrium klorida yang membentuk garam juga dapat mempengaruhi rasa makanan dengan meningkatkan pertumbuhan mikrobia yang diinginkan dan mengaktifkan enzim. Contohnya, konsentrasi garam secara signifikan mempengaruhi aktifitas enzim proteolitik (pemecah protein) dan lipolitik (pemecah lemak) yang sangat mempengaruhi karakteristik rasa keju selama pematangan.dan efek samping bagi tubuh Konsumsi garam terlalu banyak bisa sebabkan gangguan ginjal, karena menambah protein dalam ginjal dan akibatnya, meningkatkan risiko gangguan ginjal

    BalasHapus
  3. Didalam jurnal disebutkan bahwa kulit buah rambutan mengandung senyawa-senyawa saponin, alkaloid, flavonoid, tanin, fitat dan oksalat. Pertanyaan saya yaitu bagaimana dan cara pembuktian dari pernyataan bahwa kulit rambutan mengandung senyawa tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Shelsilia Andisa14 Mei 2023 pukul 10.42

      Uji Pembuktian antosianin pada simplisia dan Ekstrak, Penentuan panjang gelombang serta penentuan tranyek pH secara visual. Kemudian dilakukan pengaplikasian indikator pada titrasi asam-basa. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa ekstrak kulit buah rambutan menghasilkan rendemen sebesar 56,7%.Untuk uji pembuktian antosianin pada simplisia dan ekstrak etanol kulit buah rambutan mengandung senyawa antosianin dengan panjang gelombang 529 nm. Pada uji trayek pH pada larutan buffer pH 1-12 diperolah hasil bahwa ekstrak etanol kulit buah Rambutan (Nephelium lappaceum) menghasilkan perubahan warna pada pH 1-3 warna merah sedangkan pada pH 6-8 menghasilkan warna coklat tua sebagai trayek pH indikator alami. Hasil aplikasi indikator ektrak etanol kulit buah rambutan pada titrasi asam basa menunjukkan bahwa indikator dari ekstrak kulit buah Rambutan mempunyai voleme NaOH yang hampir sama dengan Indikator Pembanging yaitu Indikator Phenofthalein yaitu 18 mL. Ekstrak etanol Kulit Buah Rambutan dapat digunakan sebagai indikator alami pada titrasi asam basa.

      Hapus

Posting Komentar