Pada jurnal disebutkan bahwa hasil analisa menunjukkan kadar ketoprofen pada tablet menggunakan metode alkalimetri didapat hasil rata-rata 49.75 mg/tablet, sedangkan menggunakan metode spektrofotometri didapat kadar rata-rata 50.73 mg/tablet. Kadar ketoprofen yang didapat dengan metode spektrofotometri lebih tinggi dari kadar yang didapat dengan metode alkalimetri. Mengapa hal demikian dapat terjadi? Jelaskan alasan mengapa penentuan kadar dengan metode spektrofotometri dan alkalimetri berbeda-beda!
ketoprofen yang didapat dengan metode spektrofotometri lebih tinggi dari kadar yang didapat dengan metode alkalimetri. Hal ini ditunjukkan dengan uji t independent bahwa t hitung (-2,54) lebih kecil dari t tabel (2,78) pada derajat kepercayaan 5%. Penetapan kadar secara alkalimetri dengan prinsip reaksi penetralan sangat dipengaruhi oleh suasana keasaman/kebasaan larutan, sehingga pada metode ini pelarut yang digunakan harus benar-benar netral dan bebas dari gas CO2 untuk menghindari kesalahan titrasi, yaitu titran basa bereaksi dengan selain ketoprofen. Penetapan kadar secara spektrofotometri dilakukan pada panjang gelombang maksimum ketoprofen untuk mendapatkan nilai absorbansi yang maksimum.
Titrasi adalah prosedur menentukan kadar suatu larutan. Dalam titrasi, larutan yang volumenya terukur direaksikan secara bertahap dengan larutan lain yang telah diketahui kadarnya (larutan standar). Berikut contoh zat basa. Amonia. Amonia atau NH3 terdapat pada pembersih lantai. Natrium hidroksida. Natrium hidroksida atau NaOH terdapat pada sabun. Natrium bikarbonat. Natrium bikarbonat atau NaHCO2 terdapat pada soda kue. Magnesium hidroksida. ... Kalsium karbonat. ... Aluminium hidroksida.
jurnal menyatakan bahwa konsentrasi asam benzoat dan asam salisilat yang tinggi dapat menyebabkan toksisitas, menurut Anda berapa persen konsentrasi asam benzoat dan asam salisilat yang tinggi menyebabkan toksisitas?
Pada jurnal disebutkan bahwa hasil analisa menunjukkan kadar ketoprofen pada tablet menggunakan metode alkalimetri didapat hasil rata-rata 49.75 mg/tablet, sedangkan menggunakan metode spektrofotometri didapat kadar rata-rata 50.73 mg/tablet. Kadar ketoprofen yang didapat dengan metode spektrofotometri lebih tinggi dari kadar yang didapat dengan metode alkalimetri. Mengapa hal demikian dapat terjadi? Jelaskan alasan mengapa penentuan kadar dengan metode spektrofotometri dan alkalimetri berbeda-beda!
BalasHapus
Hapusketoprofen yang didapat dengan metode spektrofotometri lebih tinggi dari kadar yang didapat dengan metode alkalimetri. Hal ini ditunjukkan dengan uji t independent bahwa t hitung (-2,54) lebih kecil dari t tabel (2,78) pada derajat kepercayaan 5%.
Penetapan kadar secara alkalimetri dengan prinsip reaksi penetralan sangat dipengaruhi oleh suasana keasaman/kebasaan larutan, sehingga pada metode ini pelarut yang digunakan harus benar-benar netral dan bebas dari gas CO2 untuk menghindari kesalahan titrasi, yaitu titran basa bereaksi dengan selain ketoprofen.
Penetapan kadar secara spektrofotometri dilakukan pada panjang gelombang maksimum ketoprofen untuk mendapatkan nilai absorbansi yang maksimum.
Titrasi adalah prosedur menentukan kadar suatu larutan. Dalam titrasi, larutan yang volumenya terukur direaksikan secara bertahap dengan larutan lain yang telah diketahui kadarnya (larutan standar).
BalasHapusBerikut contoh zat basa.
Amonia. Amonia atau NH3 terdapat pada pembersih lantai.
Natrium hidroksida. Natrium hidroksida atau NaOH terdapat pada sabun.
Natrium bikarbonat. Natrium bikarbonat atau NaHCO2 terdapat pada soda kue.
Magnesium hidroksida. ...
Kalsium karbonat. ...
Aluminium hidroksida.
jurnal menyatakan bahwa konsentrasi asam benzoat dan asam salisilat yang tinggi dapat menyebabkan toksisitas, menurut Anda berapa persen konsentrasi asam benzoat dan asam salisilat yang tinggi menyebabkan toksisitas?
BalasHapus