Jadi kan disebutkan bahwa dalam prosedur titrasi asam basa itu, proses titrasi akan dihentikan apabila warna berubah, apa yang terjadi jika tidak terjadi perubahan warna sama sekali? Apa solusi untuk hal tersebut?
biasanya tidak terjadi perubahan warna karena Kesalahan dalam membuat larutan baku. Kesalahan dalam mengamati perubahan warna indikator (biasanya phenolftalein) Kesalahan dalam membaca skala ukur di buret. Kesalahan dalam menentukan titik ekivalen dan titik akhir titrasi. Kesalahan dalam menghitung M1V1 = M2V2. dan solusi dari hal tersebut dengan mengulang kembali cara pembuatan dengan teliti agar mencapai proses titrasi berhasil.
Disebutkan dalam video pada penambahan indikator dilakukan pemberian beberapa tetes, mengapa pemberiannya harus beberapa tetes, apa yang akan terjadi jika pemberian indikator lebih dari 5 tetes?
Setidaknya tiga kali titrasi (triplo) atau lebih harus dilakukan, agar lebih akurat, dengan mempertimbangkan kira-kira di mana titik akhir akan terjadi. Pembacaan awal dan akhir pada buret (sebelum memulai titrasi dan pada titik akhir, masing-masing) harus dicatat. jika dalam 5 tetes titrasi bisa berubah warna seharusnya di hentikan jika lebih dari 5 tetes belum terjadi perubahan warna harus tetap dilanjutkan sampai ada perubahan warna dari titrasi tersebut.
Disebutkan dalam video saat pentitrasian, keran dari buret harus dibuka perlahan. Yang mau saya tanyakan adalah apakah keran buret yang dibuka perlahan agar cairan dalam buret menetes atau mengalir perlahan menjadi penentu indikator utama keberhasilan dari suatu pentitrasian?
iya keran buret dibuka perlahan sebagai penentu keberhasilan dikarenakan jika kita membuka perlahan kita bisa lebih mudah menyesuaikan perubahan warna karena jika keran buret di buka terlalu kencang perubahan warna akan tidak sesuai akan jadi lebih cepat berubah warna dan tidak bewarna merah muda
Jadi kan disebutkan bahwa dalam prosedur titrasi asam basa itu, proses titrasi akan dihentikan apabila warna berubah, apa yang terjadi jika tidak terjadi perubahan warna sama sekali? Apa solusi untuk hal tersebut?
BalasHapusbiasanya tidak terjadi perubahan warna karena Kesalahan dalam membuat larutan baku.
HapusKesalahan dalam mengamati perubahan warna indikator (biasanya phenolftalein)
Kesalahan dalam membaca skala ukur di buret.
Kesalahan dalam menentukan titik ekivalen dan titik akhir titrasi.
Kesalahan dalam menghitung M1V1 = M2V2.
dan solusi dari hal tersebut dengan mengulang kembali cara pembuatan dengan teliti agar mencapai proses titrasi berhasil.
Disebutkan dalam video pada penambahan indikator dilakukan pemberian beberapa tetes, mengapa pemberiannya harus beberapa tetes, apa yang akan terjadi jika pemberian indikator lebih dari 5 tetes?
BalasHapusSetidaknya tiga kali titrasi (triplo) atau lebih harus dilakukan, agar lebih akurat, dengan mempertimbangkan kira-kira di mana titik akhir akan terjadi. Pembacaan awal dan akhir pada buret (sebelum memulai titrasi dan pada titik akhir, masing-masing) harus dicatat. jika dalam 5 tetes titrasi bisa berubah warna seharusnya di hentikan jika lebih dari 5 tetes belum terjadi perubahan warna harus tetap dilanjutkan sampai ada perubahan warna dari titrasi tersebut.
HapusDisebutkan dalam video saat pentitrasian, keran dari buret harus dibuka perlahan. Yang mau saya tanyakan adalah apakah keran buret yang dibuka perlahan agar cairan dalam buret menetes atau mengalir perlahan menjadi penentu indikator utama keberhasilan dari suatu pentitrasian?
BalasHapusiya keran buret dibuka perlahan sebagai penentu keberhasilan dikarenakan jika kita membuka perlahan kita bisa lebih mudah menyesuaikan perubahan warna karena jika keran buret di buka terlalu kencang perubahan warna akan tidak sesuai akan jadi lebih cepat berubah warna dan tidak bewarna merah muda
BalasHapus